Lantai Parket Adalah Solusi Hunian Mewah: Cek Keunggulannya Disini!

Mau Rumah Terasa ‘Mahal’ Seketika? Kenalan Dulu dengan Lantai Parket!

Pernah nggak sih kamu masuk ke sebuah ruangan, lalu merasa, “Wah, ini rumah vibes-nya hangat dan mewah banget!”? Padahal kalau diperhatikan, perabotannya simpel-simpel saja. Rahasianya seringkali terletak di satu elemen dasar yang menutupi permukaan terluas di ruangan tersebut: lantainya.

Bukan keramik dingin yang biasa kita temui, melainkan sentuhan kayu yang natural dan elegan. Nah, jika kamu sedang mencari cara instan untuk menaikkan level estetika rumah, kamu wajib berkenalan dengan primadona interior yang satu ini.

Secara sederhana, lantai parket adalah jenis pelapis lantai yang terbuat dari kumpulan kepingan kayu yang sudah diproses sedemikian rupa—baik itu kayu solid maupun olahan—untuk menciptakan pola geometris yang indah pada permukaan lantai hunian kamu. Tidak hanya sekadar “penutup tanah”, parket membawa nuansa alam ke dalam rumah modern.

Tapi, tunggu dulu. Jangan buru-buru beli sebelum kamu tahu seluk-beluknya. Apakah benar parket itu ribet perawatannya? Apakah cuma untuk orang kaya saja? Di artikel ini, kita akan bedah tuntas mulai dari sejarahnya yang “bangsawan” banget, hingga teknologi canggih masa kini yang membuatnya ramah kantong.

Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Jejak Sejarah: Dari Istana Versailles ke Ruang Tamu Kamu

Mungkin kamu tidak menyangka kalau jenis lantai ini punya “darah biru”. Kata “parket” sendiri diambil dari bahasa Prancis kuno, parchet atau parquette, yang secara harfiah berarti kompartemen kecil atau kepingan kayu yang disusun.

Sejarah mencatat, tren lantai parket meledak berkat Raja Louis XIV dari Prancis. Pada tahun 1684, ia memutuskan untuk merenovasi lantai marmer di Istana Versailles yang seringkali terasa dingin dan lembap, menggantinya dengan pola kayu geometris yang rumit. Sejak saat itu, lantai parket menjadi simbol status sosial. Hanya kaum bangsawan dan orang super kaya yang mampu memilikinya.

Kenapa mahal? Karena zaman dulu, setiap potong kayu harus dipotong, diamplas, dan disusun secara manual oleh seniman kayu (pengrajin) dengan presisi tinggi.

Kabar baiknya untuk kita di era modern:

Kamu tidak perlu jadi Raja Prancis untuk memasang parket! Berkat revolusi industri dan teknologi manufaktur, lantai parket kini diproduksi massal dengan kualitas yang jauh lebih konsisten, harga yang masuk akal, dan pemasangan yang bahkan bisa dilakukan sendiri.

Bedah Material: Apa yang Ada di Dalam Lantai Parket Modern?

Jika dulu parket melulu soal kayu solid (kayu utuh), lantai parket adalah produk yang kini telah berevolusi. Berdasarkan sumber data dan tren terkini, parket modern seringkali menggunakan teknologi High Density Fiberboard (HDF).

Mari kita bedah komposisinya agar kamu tidak salah pilih:

1. Inti HDF (High Density Fiberboard)

Berbeda dengan kayu solid yang rawan melengkung kena cuaca, parket modern (seperti jenis laminate) umumnya terdiri dari sekitar 80% serbuk kayu asli yang dipadatkan dengan tekanan tinggi, dicampur dengan 20% bahan penguat sintetis dan resin. Hasilnya? Sebuah papan yang sangat keras, stabil, dan jauh lebih tahan terhadap perubahan suhu dibanding kayu hutan biasa.

2. Lapisan Dekoratif (Decorative Layer)

Di atas inti HDF, terdapat lapisan yang memberikan tampilan visual. Karena teknologi percetakan sudah canggih, lapisan ini bisa meniru persis serat kayu ek (oak), jati, hingga walnut dengan sangat realistis.

3. Lapisan Pelindung (Wear Layer)

Ini adalah “perisai” lantai kamu. Lapisan transparan di permukaan paling atas yang berfungsi menahan goresan, noda, dan pemudaran warna akibat sinar UV.

4 Keunggulan Utama Lantai Parket yang Wajib Kamu Tahu

Mengapa orang beralih dari keramik ke parket? Berdasarkan analisis mendalam, berikut adalah 4 game-changer yang ditawarkan oleh lantai parket:

1. Warna dan Estetika yang “Abadi”

Salah satu ketakutan terbesar pemilik rumah saat memilih material kayu adalah warna yang memudar atau terlihat kusam seiring waktu.

Lantai parket modern menjawab kecemasan ini dengan teknologi pelapisan anti-UV. Meskipun ruang tamu kamu terpapar sinar matahari dari jendela setiap pagi, warna parket berkualitas tinggi tidak akan mudah pudar (“bule”).

Varian warnanya pun kini sangat beragam. Kamu bisa memilih:

  • Holly White / Scandinavian: Untuk kesan ruangan yang luas, bersih, dan minimalis.

  • Tectona / Jati Natural: Untuk nuansa klasik, hangat, dan homey.

  • Black Khampi: Untuk tampilan industrial yang maskulin dan bold.

2. “Satpam” Anti Noda

Punya anak kecil yang suka menumpahkan susu? Atau kamu hobi ngopi di ruang keluarga tapi ceroboh?

Tenang, lantai parket adalah sahabat terbaik untuk keluarga aktif. Lapisan atasnya didesain non-porous (tidak berpori), yang artinya cairan tidak akan langsung meresap ke dalam kayu dan meninggalkan noda permanen.

Cukup lap dengan kain kering atau sedikit lembap, noda tumpahan makanan atau minuman akan hilang tanpa bekas. Ini jelas berbeda dengan karpet yang menyerap noda atau lantai semen yang bisa meninggalkan bercak jika tidak dikoating dengan benar.

3. Pemasangan Kilat dengan Sistem “Klik”

Lupakan bau lem yang menyengat atau suara palu yang berisik berhari-hari. Salah satu inovasi terbaik di dunia lantai parket adalah Interlocking System atau sering disebut sistem “Klik”.

Setiap lembar papan parket sudah didesain dengan lidah dan ceruk (male & female) di sisi-sisinya. Kamu tinggal menyambungkannya seperti menyusun puzzle raksasa.

  • Tanpa Lem: Tidak perlu mengotori lantai dasar.

  • Tanpa Paku: Tidak merusak struktur bawah.

  • Bisa DIY: Meski kami sarankan pakai tenaga profesional untuk hasil presisi, sebenarnya sistem ini memungkinkan kamu memasangnya sendiri di akhir pekan!

4. Lebih Tahan Api & Panas

Mungkin terdengar kontradiktif karena ini “kayu”, tapi parket HDF modern memiliki ketahanan panas yang lebih baik daripada kayu mentah biasa.

Banyak produk parket berkualitas (seperti yang disebutkan pada referensi Fergio) memiliki kepadatan tinggi yang membuatnya sulit terbakar oleh insiden kecil, misalnya puntung rokok yang jatuh. Selain itu, parket sangat nyaman dipijak karena sifatnya yang menyesuaikan suhu—tidak sedingin keramik saat hujan, dan tidak sepanas tegel saat kemarau.

Parket vs Vinyl vs Keramik: Mana yang Harus Kamu Pilih?

Supaya makin yakin, mari kita bandingkan lantai parket adalah pilihan yang tepat atau tidak dibanding kompetitornya:

Fitur Lantai Parket (HDF/Laminate) Lantai Vinyl (PVC) Keramik / Granit
Bahan Dasar Serbuk Kayu (Organik) Plastik/Karet (Sintetis) Tanah Liat/Batu
Sensasi Pijakan Keras, Solid, Hangat Empuk, Hangat Keras, Dingin
Ketahanan Air Tahan cipratan, tidak tahan banjir Tahan air 100% Tahan air 100%
Estetika Paling mirip kayu asli Cukup mirip, tapi terasa plastik Mewah tapi kaku
Harga Menengah Terjangkau – Menengah Murah – Sangat Mahal

Pilih Parket Jika: Kamu menginginkan kemewahan, nilai jual properti yang tinggi, dan sensasi pijakan yang solid seperti kayu asli namun dengan perawatan minim.

Panduan Perawatan: Agar Parket Awet Hingga 10-15 Tahun

Mitos bahwa lantai kayu itu susah dirawat sudah tidak berlaku lagi. Berikut tips simpel agar lantai parket kamu tetap kinclong:

  1. Sapu dengan Bulu Halus: Gunakan sapu nilon yang lembut atau vacuum cleaner dengan ujung sikat agar tidak menggores permukaan.

  2. Pel “Setengah Basah”: Jangan mengepel dengan kain yang basah kuyup (becek). Peras kain pel hingga tuntas (damp mop). Air yang menggenang adalah musuh utama sambungan parket.

  3. Gunakan Karpet di Area Strategis: Letakkan keset di pintu masuk untuk menahan pasir dari sepatu, karena pasir bisa bertindak seperti amplas yang menggerus lapisan pelindung parket.

  4. Angkat, Jangan Seret: Saat memindahkan furnitur berat seperti sofa atau lemari, usahakan diangkat. Jika harus digeser, berikan alas kain tebal di kaki furnitur tersebut.

Estimasi Biaya: Apakah Masuk Budget?

Sebagai gambaran kasar untuk kamu yang sedang menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya), harga lantai parket bervariasi tergantung ketebalan (biasanya 8mm atau 12mm) dan fitur ketahanannya (AC Rating).

  • Parket Laminate Standard: Mulai dari Rp 150.000 – Rp 250.000 per m².

  • Parket Solid Engineer: Mulai dari Rp 400.000 ke atas per m².

  • Biaya Pasang: Biasanya berkisar Rp 30.000 – Rp 50.000 per m² (termasuk underlayer foam).

Meskipun terlihat lebih mahal dari keramik biasa di awal, ingatlah bahwa pemasangan parket jauh lebih cepat (hemat tukang) dan tidak membutuhkan semen/pasir, sehingga total biayanya seringkali sangat kompetitif.

Kesimpulan: Investasi Estetika yang Cerdas

Jadi, lantai parket adalah jembatan sempurna antara keindahan alam dan teknologi modern. Ia menghadirkan kehangatan yang tidak bisa diberikan oleh keramik, sekaligus menawarkan kemudahan yang tidak bisa diberikan oleh kayu solid konvensional.

Dengan keunggulan warna yang awet, fitur anti noda, hingga pemasangan sistem klik yang praktis, tidak heran jika parket menjadi standar baru untuk hunian minimalis modern hingga apartemen mewah.

Siap mengubah suasana rumahmu menjadi lebih hangat dan berkelas? Pertimbangkan lantai parket sebagai investasi jangka panjang kenyamanan keluargamu.


FAQ (People Also Ask)

Q: Apakah lantai parket boleh dipel?

A: Boleh, tapi dengan syarat kain pel harus diperas sampai kering (lembap saja). Hindari genangan air karena bisa membuat air merembes ke celah sambungan dan menyebabkan parket mengembang (swelling).

Q: Apakah lantai parket tahan rayap?

A: Parket jenis HDF/Laminate umumnya sudah melalui proses pabrikasi dengan bahan kimia dan tekanan tinggi yang tidak disukai rayap. Namun, untuk parket kayu solid, risiko rayap tetap ada jika tidak diberi lapisan anti-rayap secara berkala.

Q: Berapa lama umur lantai parket?

A: Dengan perawatan yang baik dan pemakaian wajar, lantai parket laminate berkualitas bisa bertahan antara 10 hingga 20 tahun.

Q: Bisakah parket dipasang di atas keramik lama?

A: Sangat bisa! Ini adalah salah satu keunggulan utamanya. Kamu tidak perlu membongkar keramik lama. Cukup lapisi dengan underlayer foam, lalu pasang parket di atasnya. Renovasi jadi bersih dan cepat.

Q: Apakah parket cocok untuk dapur?

A: Bisa, namun harus ekstra hati-hati. Pastikan segera mengeringkan tumpahan air atau minyak. Untuk area basah seperti kamar mandi, parket jenis kayu solid atau laminate HDF tidak disarankan. Sebaiknya gunakan vinyl atau keramik motif kayu untuk area tersebut.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×
icon lantai parket surabaya

Lantai Parket Indonesia

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu